Rabu, 20 Maret 2019

Belajar Mereview Buku Mbak Muyassaroh " Agar Suami Tak Mendua"

Belajar itu tak perlu menunda deh ya, xixixi...
kalo ada waktu senggang, kenapa tak manfaatkan buat coba-coba bikin review buku?
Anggap saja itu mudah, jadi kita punya keberanian bikin review buku dan kirim ke media offline dan online atau ikutkan lomba review buku yang Mbak Muyassaroh bikin.
apa mungkin dimuat?
Ahaa... itu faktor redaksi dan hanya Allah SWT yang tahu. Pada intinya, buat dulu dan kirim, masalah berhasil atau enggaknya pasrahkan pada Allah semata.😊😊

Nah, saya berani bilang begitu berarti saya sudah bikin dong?
Lah ya pasti....

oh iya, pengumuman lombanya ada di blog Mbak Muyassaroh atau di IG-nya ya...



sementara, hasil review buku yang saya coba kirimkan ke Koran Harian Kabar Madura, ada di bawah ini:


KIAT MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA

Judul Buku                 : Agar Suami Tak                                              Mendua
Penulis                        : Muyassaroh
Tahun terbit               : 2019
Jumlah halaman        : xviii + 389 hlmn
Penerbit                       : PT. Elex Media Komputido
ISBN                              : 978-602-04-8837-0
e-ISBN                           : 978-602-04-8838-7








Rumah tanggaku ibarat surgaku. Pernikahan yang dibangun atas dasar iman kepada Allah tentu diharapkan dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat kelak.

Istri itu ibarat sebuah rumah. Tempat berteduhnya semua anggota keluarga, tempat berlabuh kala lelah, dan tempat yang nyaman kala kita kebigungan. Meski kita, tak semuanya mampu mempersembahkan kehidupan yang sempurna bagi suami dan anak-anak, usaha maksimal tetap harus diupayakan  untuk menjadi istri dan ibu yang selalu ada jika dibutuhkan. 

Perannya tak hanya sekedar mencuci, memasak dan mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, tetapi mampu menjadi tempat curhat  dan patner yang baik bagi pasangannya.

Seorang suami, meskipun pada awal pernikahan tertuju pada paras seorang wanita, pada akhirnya ia juga tidak akan menomersatukan hal tersebut. Wajah akan berubah setelah menua, kecantikan fisik juga relatif tetapi rasa nyaman yang didapatkan dari pasangan halalnya, itulah sejatinya yang akan menjaga keharmonisan keluarga.

Buku ini, memberi gambaran bagaimana cara bersikap dan berperilaku yang baik dan yang seharusnya agar suami selalu jatuh cinta pada orang yang sama yaitu istri pertama dan terakhirnya. 
Untuk ke arah sana tidaklah mudah, butuh komitmen dan cinta yang terjaga hingga hayat memisahkan keduanya. 

Didalamnya juga mengupas kewajiban-kewajiban seorang istri dengan bahasa dengan jelas dan mudah disertai kisah inspiratif yang dapat memotivasi istri agar lebih mudah dipahami sehingga cocok dibaca untuk muslimah, baik sebagai ibu dan calon ibu.

Pergaulan sekarang ini, antara lelaki dan perempuan,  bebas  dan sulit dipisahkan ruangannya. Seringnya berinteraksi terjadi di antara kedua lawab jenis ini sudah dianggap lumrah, baik di tempat kerja maupun di tempat umum, hal ini dianggap turut andil berperan dan mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku kita. 
Di sinilah nilai iman seseorang begitu dominan. 

Menjalani kehidupan rumah tangga tentu banyak tantangan yang akan dihadapi, salah satunya adalah kesetiaan. Rasanya tidak mungkin seorang istri mengijinkan sang suami selingkuh apapun alasannya. Semua istri mendambakan suami yang setia dan menjadi pasangan yang baik. Namun faktanya banyak istri yang mulai ragu apakah mereka mampu menjaga suaminya agar senantiasa setia selamanya? Padahal sang istri merasa sudah melakukan hal terbaik untuk menjaga kesetiaan suami.
Jika suami, satu hari berkata ‘ingin menikah lagi’, apa yang terjadi dengan sang istri? Shock lantas marah dan memaki? Kesetiaan sudah rusak pada saat seperti ini. Berbagai macam pertanyaan akan muncul dari sang istri. Apa salahku? Kurang apa aku? Dan seabrek pertanyaan lain yang kemugkinan besar disambut dengan jawaban suami dengan jawaban yang lebih menyakitkan. Pertengkaran terjadi, tak peduli di mana tempatnya.
Memang, sewajarnya jika sang istri menunjukkan marah dan sakit hati ketika mendengar suami akan menikah lagi. Meski beberapa wanita mengatakan ikhlas untuk berpoligami, tetap saja ada hati yang tersakiti. Pernikahan kedua suaminya menimbulkan luka dan cemburu. 
Lalu bagaimana kita bersikap ketika sang suami mengutarakan akan menikah lagi? Mari kita kembali mengintropeksi diri. Bisa jadi suami menyelamatkan diri dari kesucian dirinya karena kita sakit dalam jangka lama dan tak sanggup meayani kebutuhannya. Jika kita merasa sehat, mari kita koreksi diri apakah ada hal yang menyakitkan atau tingkah laku kita yang tidak disukai suami hingga suami ingin  mencari tempat yang nyaman di luar.

Kemudian, bagaimana penyelesaiannya? Kita bicarakan semuanya dengan hati tenang. Hal tersebut akan lebih mudah untuk mencari penyelesaian yang dapat diterima kedua belah pihak bukan? Di dalam buku ini ditulis  secara detail kewajiban seorang istri pada suaminya, dimulai dari hal yang paling kecil dan sering diabaikan seorang istri.

Cantik fisik tak selalu membuat suami bahagia, meski cantik menjadi pilihan pertama sebelum menikah. 
Seperti dalam HR. Bukhari dan Muslim,” wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”
                                               
Beruntunglah lelaki yang mendapatkan jodoh perempuan yang cantik wajah dan akhlaknya, sehingga rumah tangga mereka jauh dari kata ‘cerai’. Bagaimana caranya agar bisa seperti itu? Perempuan berwajah cantik juga harus membekali diri dengan ilmu  agama agar dapat cantik hatinya dan berakhlak mulia. Ia akan pandai menyenangkan hati suaminya. Tak hanya sibuk mengurusi kesenangan sendiri tanpa menghargai lelah yang dirasakan suami (hal. 5).

Cara lain yang diuraikan penulis untuk menjaga keharmonisan keluarga antara lain menjadikan rumah laksana surga. Memang tidak mudah, tapi selalu ada jalan menuju ke sana, bila kita berusaha maksimal menerapkan ilmu yang kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari. 
Pandai menjaga rahasia keluarga, menciptakan ketenteraman, mahir mengolah menu masakan, menjadi belahan jiwa suami, menghormti dan menerima kepemimpinan suami, berusaha senantiasa jatuh cinta terhadap suami, jangan malu mengungkapkan rasa cinta, selalu akur dengan mertua dan saudara suami, menjaga dan membimbing buah hati, dan masih banyak lagi yang dapat kita pelajari secara rinci.

Pada intinya kita tak akan bahagia hanya karena cinta. Agar suami tak mendua, mari kita jaga cinta dan komitmen dalam rumah tangga. Keduanya akan sangat dibutuhkan dalam menjaga keharmonisan dan kehangatan keluarga kita.

Peresensi:








Sujarni, S.Pd.
Guru MTsN 3 Bekasi dan alumni S1 Universitas Lampung.


*************

Nah, begitu isi review buku yang sudah saya buat, ori loh...
kalau ada yang salah, bantu saya ya untuk memperbaiki  review buku yang akan datang.
makasih...
Sampai jumpa di tulisan saya yang lain.

4 komentar:

  1. Masya Allah bun..cakep..terima kasih sudah me-review buku saya. Semoga bukunya bermanfaat 🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Barokallah buat Mbak Muyas juga ya, bukunya memang menginspirasi.

      Hapus
  2. Waah keren ini.... Bikin mupeeeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixixi... pengennya nambah umur nambah muda gitu.
      makasih Dik Awen

      Hapus