kalo ada waktu senggang, kenapa tak manfaatkan buat coba-coba bikin review buku?
Anggap saja itu mudah, jadi kita punya keberanian bikin review buku dan kirim ke media offline dan online atau ikutkan lomba review buku yang Mbak Muyassaroh bikin.
apa mungkin dimuat?
Ahaa... itu faktor redaksi dan hanya Allah SWT yang tahu. Pada intinya, buat dulu dan kirim, masalah berhasil atau enggaknya pasrahkan pada Allah semata.😊😊
Nah, saya berani bilang begitu berarti saya sudah bikin dong?
Lah ya pasti....
oh iya, pengumuman lombanya ada di blog Mbak Muyassaroh atau di IG-nya ya...

sementara, hasil review buku yang saya coba kirimkan ke Koran Harian Kabar Madura, ada di bawah ini:
KIAT MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA
Judul Buku : Agar Suami Tak Mendua
Penulis : Muyassaroh
Tahun terbit : 2019
Jumlah halaman :
xviii + 389 hlmn
Penerbit :
PT. Elex Media Komputido
ISBN :
978-602-04-8837-0
e-ISBN :
978-602-04-8838-7
Rumah tanggaku ibarat surgaku. Pernikahan yang dibangun
atas dasar iman kepada Allah tentu diharapkan dapat meraih kebahagiaan dunia
dan akhirat kelak.
Istri itu ibarat sebuah rumah. Tempat berteduhnya semua
anggota keluarga, tempat berlabuh kala lelah, dan tempat yang nyaman kala kita
kebigungan. Meski kita, tak semuanya mampu mempersembahkan kehidupan yang
sempurna bagi suami dan anak-anak, usaha maksimal tetap harus diupayakan untuk menjadi istri dan ibu yang selalu ada
jika dibutuhkan.
Perannya tak hanya sekedar mencuci, memasak dan mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, tetapi mampu menjadi tempat curhat dan patner yang baik bagi pasangannya.
Perannya tak hanya sekedar mencuci, memasak dan mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, tetapi mampu menjadi tempat curhat dan patner yang baik bagi pasangannya.
Seorang suami, meskipun pada awal pernikahan tertuju pada
paras seorang wanita, pada akhirnya ia juga tidak akan menomersatukan hal
tersebut. Wajah akan berubah setelah menua, kecantikan fisik juga relatif
tetapi rasa nyaman yang didapatkan dari pasangan halalnya, itulah sejatinya
yang akan menjaga keharmonisan keluarga.
Buku ini, memberi gambaran bagaimana cara bersikap dan
berperilaku yang baik dan yang seharusnya agar suami selalu jatuh cinta pada
orang yang sama yaitu istri pertama dan terakhirnya.
Untuk ke arah sana tidaklah mudah, butuh komitmen dan cinta yang terjaga hingga hayat memisahkan keduanya.
Didalamnya juga mengupas kewajiban-kewajiban seorang istri dengan bahasa dengan jelas dan mudah disertai kisah inspiratif yang dapat memotivasi istri agar lebih mudah dipahami sehingga cocok dibaca untuk muslimah, baik sebagai ibu dan calon ibu.
Untuk ke arah sana tidaklah mudah, butuh komitmen dan cinta yang terjaga hingga hayat memisahkan keduanya.
Didalamnya juga mengupas kewajiban-kewajiban seorang istri dengan bahasa dengan jelas dan mudah disertai kisah inspiratif yang dapat memotivasi istri agar lebih mudah dipahami sehingga cocok dibaca untuk muslimah, baik sebagai ibu dan calon ibu.
Pergaulan sekarang ini, antara lelaki dan
perempuan, bebas dan sulit dipisahkan ruangannya. Seringnya berinteraksi terjadi di
antara kedua lawab jenis ini sudah dianggap lumrah, baik di tempat kerja maupun di tempat umum, hal ini dianggap turut andil berperan dan mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku kita.
Di sinilah nilai iman seseorang begitu dominan.
Menjalani kehidupan rumah tangga tentu banyak tantangan yang akan dihadapi, salah satunya adalah kesetiaan. Rasanya tidak mungkin seorang istri mengijinkan sang suami selingkuh apapun alasannya. Semua istri mendambakan suami yang setia dan menjadi pasangan yang baik. Namun faktanya banyak istri yang mulai ragu apakah mereka mampu menjaga suaminya agar senantiasa setia selamanya? Padahal sang istri merasa sudah melakukan hal terbaik untuk menjaga kesetiaan suami.
Di sinilah nilai iman seseorang begitu dominan.
Menjalani kehidupan rumah tangga tentu banyak tantangan yang akan dihadapi, salah satunya adalah kesetiaan. Rasanya tidak mungkin seorang istri mengijinkan sang suami selingkuh apapun alasannya. Semua istri mendambakan suami yang setia dan menjadi pasangan yang baik. Namun faktanya banyak istri yang mulai ragu apakah mereka mampu menjaga suaminya agar senantiasa setia selamanya? Padahal sang istri merasa sudah melakukan hal terbaik untuk menjaga kesetiaan suami.
Jika suami, satu hari berkata ‘ingin menikah lagi’, apa
yang terjadi dengan sang istri? Shock lantas marah dan memaki? Kesetiaan sudah
rusak pada saat seperti ini. Berbagai macam pertanyaan akan muncul dari sang
istri. Apa salahku? Kurang apa aku? Dan seabrek pertanyaan lain yang kemugkinan
besar disambut dengan jawaban suami dengan jawaban yang lebih menyakitkan. Pertengkaran
terjadi, tak peduli di mana tempatnya.
Memang, sewajarnya jika sang istri menunjukkan marah dan
sakit hati ketika mendengar suami akan menikah lagi. Meski beberapa wanita
mengatakan ikhlas untuk berpoligami, tetap saja ada hati yang tersakiti. Pernikahan
kedua suaminya menimbulkan luka dan cemburu.
Lalu bagaimana kita bersikap ketika sang suami mengutarakan akan menikah lagi? Mari kita kembali mengintropeksi diri. Bisa jadi suami menyelamatkan diri dari kesucian dirinya karena kita sakit dalam jangka lama dan tak sanggup meayani kebutuhannya. Jika kita merasa sehat, mari kita koreksi diri apakah ada hal yang menyakitkan atau tingkah laku kita yang tidak disukai suami hingga suami ingin mencari tempat yang nyaman di luar.
Lalu bagaimana kita bersikap ketika sang suami mengutarakan akan menikah lagi? Mari kita kembali mengintropeksi diri. Bisa jadi suami menyelamatkan diri dari kesucian dirinya karena kita sakit dalam jangka lama dan tak sanggup meayani kebutuhannya. Jika kita merasa sehat, mari kita koreksi diri apakah ada hal yang menyakitkan atau tingkah laku kita yang tidak disukai suami hingga suami ingin mencari tempat yang nyaman di luar.
Kemudian, bagaimana penyelesaiannya? Kita bicarakan semuanya dengan hati tenang. Hal tersebut akan lebih mudah untuk mencari penyelesaian yang dapat diterima kedua belah pihak bukan? Di dalam buku ini ditulis secara detail kewajiban seorang istri pada suaminya, dimulai dari hal yang paling kecil dan sering diabaikan seorang istri.
Cantik fisik tak selalu membuat suami bahagia, meski cantik
menjadi pilihan pertama sebelum menikah.
Seperti dalam HR. Bukhari dan Muslim,” wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”
Seperti dalam HR. Bukhari dan Muslim,” wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”
Beruntunglah lelaki yang mendapatkan jodoh perempuan yang
cantik wajah dan akhlaknya, sehingga rumah tangga mereka jauh dari kata ‘cerai’.
Bagaimana caranya agar bisa seperti itu? Perempuan berwajah cantik juga harus
membekali diri dengan ilmu agama agar
dapat cantik hatinya dan berakhlak mulia. Ia akan pandai menyenangkan hati
suaminya. Tak hanya sibuk mengurusi kesenangan sendiri tanpa menghargai lelah
yang dirasakan suami (hal. 5).
Cara lain yang diuraikan penulis untuk menjaga keharmonisan keluarga antara lain menjadikan
rumah laksana surga. Memang tidak mudah, tapi selalu ada jalan menuju ke sana, bila kita berusaha maksimal menerapkan ilmu yang kita pelajari dalam
kehidupan sehari-hari.
Pandai menjaga rahasia keluarga, menciptakan ketenteraman, mahir mengolah menu masakan, menjadi belahan jiwa suami, menghormti dan menerima kepemimpinan suami, berusaha senantiasa jatuh cinta terhadap suami, jangan malu mengungkapkan rasa cinta, selalu akur dengan mertua dan saudara suami, menjaga dan membimbing buah hati, dan masih banyak lagi yang dapat kita pelajari secara rinci.
Pandai menjaga rahasia keluarga, menciptakan ketenteraman, mahir mengolah menu masakan, menjadi belahan jiwa suami, menghormti dan menerima kepemimpinan suami, berusaha senantiasa jatuh cinta terhadap suami, jangan malu mengungkapkan rasa cinta, selalu akur dengan mertua dan saudara suami, menjaga dan membimbing buah hati, dan masih banyak lagi yang dapat kita pelajari secara rinci.
Pada intinya kita tak akan bahagia hanya karena cinta. Agar
suami tak mendua, mari kita jaga cinta dan komitmen dalam rumah tangga. Keduanya
akan sangat dibutuhkan dalam menjaga keharmonisan dan kehangatan keluarga kita.
Peresensi:
Sujarni, S.Pd.
Guru MTsN 3 Bekasi dan alumni S1 Universitas Lampung.
*************
Nah, begitu isi review buku yang sudah saya buat, ori loh...
kalau ada yang salah, bantu saya ya untuk memperbaiki review buku yang akan datang.
makasih...
Sampai jumpa di tulisan saya yang lain.


Masya Allah bun..cakep..terima kasih sudah me-review buku saya. Semoga bukunya bermanfaat 🤗
BalasHapusAamiin... Barokallah buat Mbak Muyas juga ya, bukunya memang menginspirasi.
HapusWaah keren ini.... Bikin mupeeeng
BalasHapusxixixixi... pengennya nambah umur nambah muda gitu.
Hapusmakasih Dik Awen